Top
Begin typing your search above and press return to search.

 ITN Malang dapat hibah laboratorium jaringan distribusi tenaga listrik

Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur menerima hibah Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik dari PT Lisan Nusantara Satu atau PT Lisantara yang merupakan lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, dibawah Kementerian ESDM.

 ITN Malang dapat hibah laboratorium jaringan distribusi tenaga listrik
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur menerima hibah Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik dari PT Lisan Nusantara Satu atau PT Lisantara yang merupakan lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, dibawah Kementerian ESDM. Hibah diterima langsung oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dari Direktur Utama PT Lisan Nusantara Satu, M. Ishak Shufri, di Kampus 2 ITN Malang.

Serah terima hibah tersebut disaksikan langsung oleh Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen Gatrik, Kementerian ESDM, Heru Setiawan, Ketua P2PUTN Malang, PT PLN up3 Malang, Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo), Asosiasi Profesionalis Elektrikal (APEI), Perwakilan SMK/SMA dan Dekanat serta Kaprodi di lingkungan FTI ITN Malang.

Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto mengapresiasi hibah tersebut sebagai salah satu kepercayaan besar kepada ITN Malang.

“Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik nantinya akan menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa, serta tempat pelatihan dan uji kompetensi bagi khalayak umum yang berkarir sebagai tenaga teknik bidang ketenagalistrikan,” ujar Awan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Selasa (16/7).

Ditambahkan Rektor, adanya persaingan antar perguruan tinggi dan melihat kebutuhan industri, maka perguruan tinggi tidak lagi bisa berdiri sendiri. Apalagi ITN Malang berkomitmen memberikan knowledge dan kompetensi kepada mahasiswa. Maka sinergi antara perguruan tinggi dengan industri mutlak harus dilakukan.

"Dengan hibah ini kami bisa membekali mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Listrik dengan skill yang sesuai dengan sertifikasi kompetensi distandarkan oleh DitJen Gatrik Kementerian ESDM. Sehingga ketika mahasiswa lulus mereka sudah siap, tidak lagi kaget terhadap alat-alat (kelistrikan) yang umum digunakan di lapangan. Harapannya mereka sudah familiar dan tidak ada keraguan untuk terjun ke dunia industri," jelas rektor.

Diungkapkan rektor, saat ini ITN Malang juga tengah mengembangkan Remote and Virtual Laboratory. Pekan depan rektor akan bertolak ke Jakarta untuk kerja sama dengan beberapa industri dan SMK/SMA se Indonesia. Laboratorium ini nantinya bisa diakses, dan menjadi sinergi yang baik dengan SMA/SMK.

"Sekali lagi tujuannya adalah untuk menyiapkan SDM anak didik kami, sehingga mampu bersaing secara global. Kampus ITN juga bisa memberikan pembekalan, pelatihan, workshop di bidang ketenagalistrikan," tandasnya.

Direktur Utama PT Lisantara, M. Ishak Shufri, mengatakan, Laboratorium Pelatihan Kompetensi Jaringan Distribusi Tenaga Listrik Tegangan Menengah 20 kV ini merupakan sumbangsih dan dukungan kepada ITN Malang. Pasalnya saat pendirian PT Lisan Nusantara Satu harus memiliki dukungan dua tempat uji kompetensi (TUK) dari perguruan tinggi.

"Alhamdulillah, ITN Malang menerima kami dengan baik. Kemudian kami secara kontinyu menjalin kolaborasi. Hibah ini sebagai bentuk konkrit dukungan PT Lisantara kepada ITN Malang," ringkasnya.

Koordinator Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen Gatrik, Kementerian ESDM, Heru Setiawan, turut mengapresiasi hibah PT Lisantara. Menurutnya uji kompetensi sertifikat ketenagalistrikan merupakan syarat kerja di bidang listrik. Hasil vokasional instalasi pemanfaatan tenaga rendah sub bidang perencanaan

"Senang sekali Pak Ishak bisa menghibahkan peralatan untuk praktek sebagai salah satu persyaratan uji sertifikasi. Uji sertifikasi melalui tahapan uji tulis, uji praktek, dan wawancara. Uji praktek ini memerlukan tempat uji kompetensi (TUK), tapi yang utama adalah dalam pelatihan dan bimbingannya," katanya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire